PENUH HARU, PERJALANAN PESERTA DIKLAT DARI SEGORO GUNUNG KE MANGKUNEGARAN

0
285
Seluruh Peserta DIKLAT DSD berfoto di Halaman Mangkunegaran

Surakarta- Tangis haru pecah mana kala peserta DIKLAT DSD Angkatan 8 tiba di Lapangan Mangkunegaran. Seluruh peserta DIKLAT menangis sembari memeluk teman di sampingnya dan meneriakkan yel-yel khas DIKLAT Dewan Sugli. Suasana ini terjadi ketika mereka baru saja menempuh perjalanan dari Bumi Perkemahan Segoro Gunung ke Kampung Karet dilanjutkan dari Taman Makam Pahlawan Jurug ke Lapangan Mangkunegaran. Total jarak perjalanan yang mereka tempu adalah 10 km. Perjalanan tersebut ditempuh guna menyelesaikan tahapan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) Dewan Sugli Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kota Surakarta. Kegiatan DIKLAT Angkatan 8 ini dilaksanakan pada 19-23 Desember 2017 di Balai Muhammadiyah dan Bumi Perkemahan Segoro Gunung dibagi dalam dua sesi yaitu DIKLAT ruangan dan DIKLAT lapangan. Total peserta dalam kegiatan ini adalah 63 peserta yang kesemuanya adalah pelajar kelas X dan XI SMA/SMK/MA Muhammadiyah Kota Surakarta dan satu peserta dari MA Negeri 1 Surakarta.

 

Selain melakukan long march, peserta DIKLAT DSD juga mendapatkan beberapa materi selama pelatihan. Mulai dari al islam dan keMuhammadiyahan, Wawasan Kebangsaan, Alat Komunikasi, Teknik Kepanduan, Manajemen Perjalanan hingga Bina Karya Mandiri. Seperti dijelaskan oleh Ketua Panitia DIKLAT DSD, Mochammad Yoga bahwa kegiatan DIKLAT ini merupakan agenda rutin dari Dewan Sugli Daerah. Selain itu juga merupakan sarana kaderisasi bibit-bibit muda yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan di Dewan Sugli Daerah.

Peserta DIKLAT DSD berjalan kaki menuju Lapangan Mangkunegaran

Sementara itu, Yatimun selaka Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kota Surakarta sangat mengapresiasi kegiatan DIKLAT tahun ini. Selain waktu pelaksanaan yang tepat yaitu pada saat liburan sekolah, juga banyaknya sekolah yang sangat antusias dalam kegiatan ini.

“ manfaatkan semua ilmu yang kalian dapatkan selama pendidikan, sebab itu kelak akan bermanfaat di masa depan,”.

Tak kalah pentinya jangan pernah lupakan kewajiban terhadap agama dan sekolah yaitu beribadah dan belajar yang rajin. “ harus mempunyai karakter yang unggul antara yang ikut hizbul wathan dengan siswa biasa,”ungkapnya.

 

Hal senada juga dikatakan oleh Fara, perwakilan peserta DIKLAT ini mengatakan bahwa kegiatan DIKLAT mengajarkan tentang banyak hal. Mulai dari kejujuran, kebersamaan, dan kekompakan. “ selama DIKLAT kemarin akhirnya mula mengerti bagaimana memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan tidak membuang-buang makan,”. DIKLAT juga mengajarkan tentang arti tolong menolong dan bersosialisasi dengan semua teman yang belum sama sekali akrab”.

 

Sumber: Nur Ikhwan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here