Latgab Dewan Sughli Daerah se-Jawa Tengah dan Sekitarnya Berlangsung

0
266

SEMARANG – Gerakan Kepandhuan Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Tengah (GKHW JATENG) mengadakan pelatihan dan pemantapan anggota Dewan Sugli daerah diseluruh Jawa Tengah dan sekitarnya di gedung SMA DAN SMK MUHAMMADIYAH SUMOWONO, Semarang (7-9 Juli 2017). Acara tersebut diikuti oleh segenap Dewan Sugli Daerah, mulai dari ujung barat sampai ujung timur Jawa Tengah, bahkan ada juga yang berasal dari luar pulau Jawa (metro Lampung). Kegiatan ini diikuti oleh 215 Peserta, 45 Panitia, 10 Pelatih Internal dan 2 Eksternal (Polda Jateng dan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah).

“Saya khawatir terhadap generasi muda saat ini, khususnya dewan sughli daerah diseluruh Jawa Tengah”. Ramanda Taufiq.

“Harapan dari pelatihan ini bisa melahirkan generasi yang cerdas, militan, berjiwa islami dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa”. Lanjutnya.

Para Dewan Sughli Daerah yang hadir dalam pelatihan tersebut merasa senang dan makin tambah ilmu dengan terselenggaranya acara tersebut. “Kami sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini, makin tambah ilmu dan lebih siap untuk menyalurkan ilmu yang telah kami dapat kepada anggota Sugli yang lain di daerah kami” ungkat salah satu peserta Dewan Sugli Daerah Pekalongan.

Dijelaskan, sistem pelaksanaan pelatihan tersebut dibagi menjadi dua cara, indoor (dalam ruangan) dan outdoor (luar ruangan). Maksud dari kedua sistem pelaksanaan tersebut agar para anggota dewan sugli daerah bisa aktif dimana saja, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan seperti di alam lepas atau masyarakat sekitarnya.

AKBP Ramanda Muhammad Toha dari Bimas Polda Jateng didampingi oleh Ibunda AKPB Eni Saptaningsih memberikan pembekalan pada pelatihan dengan tema “Tantangan Menghadapi Penyalahgunaan Narkoba, Terorisme Dan Anti Radikalisme”. Dalam paparannya beliau merekomendasikan :

  1. Para pemuda ikut serta menyuarakan himbauan, ajakan dan mempelopori masyarakat untuk memelihara kamtibmas, meningkatkan kesadaran serta taat terhadap norma dan hukum serta tidak terhasut provokasi dan disusupi oknum yang tidak bertanggungjawab.
  2. Ikut serta mengajak masyarakat untuk menghindarkan dariĀ  pengaruh radikalisme, tindakan anarkhis dan dari kelompok ekstrim yang eksklusif, yang dapat merongrong kewibawaan pemerintah dengan kedok membela kepentingan rakyat, HAM, demokratisasi dan agama.
  3. Ikut serta mengajak orang/ kelompok lain yang tidak sefaham / seagama sebagai partner dlm mensukseskan pembangunan bangsa dan negara.
  4. Ikut serta menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dengan cara memberikan pemahaman keagamaan yang menyejukkan kepada masyarakat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here