Kwarda HW Kota Tegal Dilantik

0
191

TEGAL – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal resmi melantik Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) Hizbul Wathan Kota Tegal Periode 2016-2021 pada hari Sabtu, 25 Maret 2017 bertempat di SD Muhammadiyah 3 Kota Tegal, Jl.Banyumas No.08 Kelurahan Debong Tengah Kec. Tegal Selatan Kota Tegal.
Prosesi pelantikan dimulai tepat pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Ibunda Farkhah sebagai pembawa acara. Serentak Pengurus Kwarda Hizbul Wathan Kota Tegal mengucap janji pelantikan yang dibacakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal dalam hal ini diwakili oleh H. M. Khamdan Basyir, S.Ag.
Ketua Kwarda yang baru Ramanda Ir. Bambang Wijanarko dalam sambutannya mengungkapkan Hizbul Wathan adalah gerakan kepanduan organisasi otonom Muhammadiyah yang bertujuan untuk mencari dan membina kader, baik kader persyarikatan maupun kader bangsa yang taat terhadap perintah agama islam, menjadi teladan yang baik, dapat dipercaya dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas-tugasnya. Untuk itu kwarda HW meminta doa dan dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Tegal serta semua pihak untuk memberikan sumbangsih yang nyata untuk Hizbul Wathan Kota Tegal.
Kegiatan ini didukung dengan penampilan anak-anak dari SD Muhammadiyah 3 Kota Tegal antara lain hafalan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 284-286. Selain itu kegiatan pelantikan Kwarda HW ini juga dimeriahkan dengan pawai ta’aruf dari siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Tegal, SD Muhammadiyah 2 Tegal, SD Muhammadiyah 3 Tegal, SMP Muhammadiyah 1, 2 dan 3 Tegal, SMA Muhammadiyah Tegal, SMK Muhammadiyah 1 dan 2 Kota Tegal. Pawai Ta’aruf ini dilakukan dengan tujuan mengenalkan keberadaan Hizbul Wathan kepada masyarakat Kelurahan Debong Tengah dan sekitarnya.
Ketua Kwarda HW Kota Tegal demisioner secara resmi menyerahkan tampu kepemimpinan kepada Ketua Kwarda HW yang baru di sela-sela setelah prosesi pelantikan dilakukan.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Tegal Ramanda Mohammad Khamdan Basyir mengungkapkan HW lahir sebelum Indonesia merdeka yakni tahun 1918. Sebagai wadah pendidikan dan wadah pengkaderan. HW harus bangga dengan keanggotaannya. Dan juga harus bisa berkembang serta melahirkan tokoh-tokoh besar seperti Jendral Soedirman, maka harapannya akan lahir Jendral-jendral Soedirman yang lain.
Di ungkapkan juga menurut Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA ketika Musypimwil Muhammadiyah di Wonosobo. Adanya masalah kebangsaan yakni ancaman tentang ideologi dan bangkitnya paham komunis. Diantaranya ada beberapa tuntutan mereka :
1. Penghapusan sejarah PKI dalam sejarah nasional
2. Menetapkan PKI adalah pejuang kemerdekaan dan korban kejahatan bukan pelaku kejahatan.
3. Penghapusan film PKIdi Televisi Nasional
Ramanda Khamdan juga mengungkapkan. Muhammadiyah tidak perlu di ajari toleransi kemajemukan dan cinta NKRI karena warga Muhammadiyah sudah cerdas dan pandai tentang toleransi. Contohnya di Sorong Papua ada Universitas Muhammadiyah yang 80 % mahasiswa adalah non muslim.
Seusai kegiatan pelantikan dilanjutkan upgrading bagi pengurus karda HW, kepala sekolah , Majelis Dikdasmen dan PDM Kota Tegal. Upgrading diisi oleh Kwartir Wilayah Jawa Tengah Ramanda Mukhtar. Beliau memberikan banyak pembekalan kepada pengurus kwarda HW yang baru saja dilantik diantaranya agar berjuang dengan ikhlash, jadikan perjuangan di HW sebagai ladang amal demi meraih ridho Allah SWT.Ramanda Mukhtar memberikan pesan yang begitu mendalam kepada Majlis Dikdasmen dan kepala sekolah agar mendukung, membina serta memfasilitasi kegiatan Hizbul wathan di Qobilah atau tingkat sekolah.
(abdul wahab)
Foto Abi Abu Hanin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here