Film HW : Meniti 20 Hari Launching di UMY Tanggal 18 Maret 2017

1
1424

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan sebagai organisasi kepanduan yang didirikan Muhammadiyah tidak dapat dipisahkan dengan lahirnya NKRI. Dari awal HW berprinsip cinta Tanah Air dan Anti Penjajahan. Banyak ANggota HW yang menjadi laskar rakyat yang kemudian menjadi TNI. Beberapa anggota HW setelah dewasa menjadi tokoh pejuang kemerdekaan seperti pahlawan nasional Jenderal Sudirman.

Mengangkat keberadaan HW didunia film akan bermanfaat bagi generasi muda agar mengenal dan bisa menghormati, serta menghargai perjuangan dan mempertahankan kemerdekaan NKRI agar menimbulkan semangat mengisi kemerdekaan NKRI.

Film ini diangkat dari petualangan regu HW berpakaian seragam (12 personil) “bersepeda” dari Palembang menuju Medan (1300 KM lebi) selama 20 hari dengan semangat untuk menghadiri Konggres Muhammadiyah ke-28 pada tahun 1939 (sekarang Muktamar) yang dipimpin oleh AR. Fachrudin (Kak Rozaq).

Film layar lebar “Meniti 20 Hari” diproduksi, didistribusi dan ditayangkan dalam rangka menyongsong dan meningkatkan syiar Muktamar Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Ke-3.

Film ini sebagai media komunikasi bersifat intertain, menghibur dan memiliki fakta sejarah, tim, ekspedisi dan petulangan dan populer.

FAKTA sejarah ; berdasarkan kejadian nyata dimasa lalu (dengan lasan supaya pesan moral dapat diterima penonton dibuat adegan yang menarik, TIM ; lebih mengedepankan kerja tim yang masing – masing anggota memiliki sifat, sikap, kepibadian dan karakter beda saling melengkapi, sehingga menjadi tim efektif, EKSPEDISI ; mencari kebenaran dan kebaikan hakiki yang memiliki nilai norma dan peran, PETUALANGAN ; rohani (pikir, rasa dan emosi) untuk mencapai visi dan misi yang diinginkan, POPULER ; dapat ditonton, diterima dan dinikmati semua khalayak tingkatan/ status sosial ekonomi, demografi, budaya maupun politik.

Film ini diproduksi oleh Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Kwartir Pusat Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dengan format layar lebar, berdurasi 105 menit. Lokasi produksi di Yogyakarta, Palembang, Padang, Medan. Didistribusikan sebagai Pop Up Cinema ditayangkan berbayar, menggunakan perangkat digital modern, dengan layar lebar tehnologi terkini, diindor maupun outdoor dengan sasaran utama (non 21/ Mega Blits) tahap satu tayang dilingkungan sendiri SD, SMP, SMU dan PTM, PCM, PDM, PWM dan PPM, Tahap dua tayang secara umum di 21 dan Mega Blitz.

Film ini akan dilaunching pada tanggal 18 Maret 2017 di Sportorium Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta pukul 18.30 WIB. (bs 2712016)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here